MPNews | KAB. GARUT – SMA Negeri 2 Garut memanfaatkan momen Bulan Ramadhan tahun 2025 bukan hanya untuk belajar rutin, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada siswa.
Menurut Wakasek Kesiswaan SMAN 2 Garut, Aang Ade Wikarta, S.Pd, Kegiatan pesantren di SMA Negri dua Garut, sebenarnya tidak hanya langsung tatap muka, ada juga kegiatan during, ini sesuai dengan surat edaran dari Disdik Provinsi Jawa Barat.
Pembelajaran yang dilakukan peserta didik difokuskan dirumahnya Masing -masing. Adapun materi – materi yang disampaikan oleh guru melalui daring, yang penting mereka melaksanakan kegiatan-kegiatan amaliah ramadan yang bisa sehari-hari mereka lakukan, sholat wajib, puasa, sholat tarawih, kultum, dan membaca Al-qur’an.
Yang jelas kata Aang, kesempatan untuk mendalami pengetahuan dan praktik keagamaan. Kegiatan itu difasilitasi oleh keluarga, masyarakat, dan sekolah.
Berdasarkan Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2025, Nomor 9 Tahun 2025, dan Nomor 400.6|1432.A/SJ, kegiatan pembelajaran selama Bulan Ramadhan tahun 2025 dan kegiatan pembelajaran akan kembali dilakukan di satuan pendidikan.
“Sinergitas kebersamaan antara ketiga pihak ini sangat penting dalam membentuk karakter siswa melalui pendalaman, internalisasi, dan pengamalan ajaran agama Islam,” jelasnya.
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di rumah, tempat ibadah. Selama periode ini, siswa diharapkan untuk melaksanakan kegiatan yang mendukung pengembangan iman dan takwa mereka; seperti tadarus Al-Quran dan pesantren ramadan, tutur Aang di SMAN 2 Garut, Senin, (10/3/2025).

Kepala SMA Negri 2 Garut, Rojak Muyana, S.Pd, M.Pd menambahkan, di bulan ramadhan di sekolah ini dilaksanakan mengacu kepada surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dimana selama bulan ramadan untuk kelas X dan XI ditujukan kepada pendidikan karakte, kaitannya dengan Kepribadian peserta didik itu sendiri, dan kegiatannya itu, ada yang dilaksanakan smart tren secara mandiri yang dilaksanakannya di Satuan Pendidikan, lebih mengutamakan kepada petunjuk teknis yang di edarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Dalam peningkatan pendidikan karakter dari peserta didik sendiri.
Jadi tidak secara daring, ada yang secara langsung di Satuan Pendidikan yang akan dilaksanakan sesudah selesai Penilaian Sumatif Ahir Jenjang PSAJ kelas 12 selama satu minggu. Namun, untuk yang sekarang memang ada kegiatan-kegiatan mandiri yang dilakukan oleh peserta didik di rumah, dan dilingkungan
Tujuannya untuk meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia. Sekolah juga mendorong kegiatan sosial yang membentuk karakter siswa yang berbudi pekerti luhur, pungkasnya.*Ucu wardani