KOTA BANDUNG Ι MPNews – Munggahan adalah tradisi masyarakat Islam untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Acara ini biasanya dilakukan pada akhir bulan Sya’ban, menjelang Ramadhan.
“Dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah Ormas Padjajaran Siliwangi Nusantara Gelar Munggahan dengan beberapa organisasi Masyarakat yang berada di wilayah Jawa Barat bertempat di Aula kantor Pusat Pajajaran Siliwangi Nusantara , Gapura 88 Pamulihan DS Ciporeat Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung, pada Rabu (19/02/25).
Acara dihadiri beberapa ormas dan tokoh Jawa barat Brigjen TNI (Purn) Zuirman , Dr. Imas Sumiati M.Si. Badan Pembina Citra (BPC) Siliwangi Jabar, PPAD, PPIR, Hipakad, beserta para tamu undangan lainnya.
“Dalam Kesempatanya Ketua Umum Padjajaran Siliwangi Nusantara Letkol Inf Purnawirawan Endang YB menyampaikan acara munggahan sudah menjadi tradisi , ini merupakan acara tahun ke dua Semenjak Padjajaran Siliwangi Nusantara berdiri 11 Januari 2023, Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT, yang mana Alhamdulillah dan insyaallah kita dipertemukan kembali dengan Bulan Suci Ramadhan 1446 Hijriah dan bahagia dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan di momentum Sya’ban ini mari kita sambut bulan suci ramadhan Untuk Refleksi Qolbu/hati menuju pribadi yang baik dan pemurah serta rendah hati dan sabar, semoga dalam melaksanakan ibadah puasa dapat berjalan khusyuk dan lancar, tentunya di momen ini dapat kita gunakan sebaik-baiknya untuk saling memaafkan dan rasa kekeluargaan kita akan terus terbina,”tuturnya.
“Lebih lanjut Endang mengatakan Melestarikan dan mewariskan suatu tradisi adalah kewajiban kita sebagai generasi muda yang harus mempertahankannya agar tetap menjadi budaya dan tidak hilang karena pengaruh globalisasi dan modernisasi.
Organisasi Masyarakat Padjajajaran Siliwangi Nusantara bertekad untuk meningkatkan Kualitas abdi Padjajaran Siliwangi dalam menghayati makna nilai leluhur kesiliwangian , baik dari aspek filosofis. historis maupun doktrin yang bersumber dari Wangsit Siliwangi dengan semboyan Silih Asah Silih Asih dan Silih Asuh dan Silih Mewangikan dengan ikhlas berakal sehat sehingga terwujud jati diri yang bermartabat serta mengembalikan semangat jiwa dan kultur kesiliwangian harus menjadi tujuan utama di tengah kondisi masyarakat yang saat ini sedang dilanda degenerasi moral akibat perkembangan kemajuan IPTEK dan tidak sebanding dengan IMTAQ serta kuatnya arus informasi dan globalisasi digitalisasi,”terangnya.
“Berharap ke pada pemerintah dengan keberadaan kultur Padjajaran Siliwangi Nusantara harus didukung oleh pemerintah sehingga nilai -nilai budaya dapat terpelihara khususnya di Jawa Barat umumnya secara nasional.
Karena nama Siliwangi sudah betul betul menjadi milik nasional dan sejarah membuktikan dari awal kemerdekaan Siliwangi sudah berpartisipasinya jauh lebih besar dalam proses kemerdekaan dalam mempersatukan Nusantara juga dengan tokoh – tokoh Siliwangi yang telah melahirkan wawasan Nusantara,”harapnya.
Serta dapat meningkatkan kerjasama dengan lembaga masyarakat lainnya untuk mendukung program pemerintah terutama sektor budaya, kearipan lokal,lingkungan hidup,UMKM, Pertanian, Bela Negara dan kesetiakawanan sosial serta memberikan pelayanan dan pembinaan yang terbaik bagi masyarakat, bertekad untuk menjaga masyarakat berdasarkan Pancasila dan Undang -Undang Dasar 1945.
Berperan aktif mendukung terciptanya suasana kondusif yang dapat mengantisipasi kemungkinan konflik-konflik antar kepentingan dalam bermasyarakat serta dapat menyalurkan aspirasi masyarakat, dan memberdayakan masyarakat, Memenuhi pelayanan sosial, mengembangkan kesetiakawanan sosial, serta mewujudkan tujuan Negara,”Pungkasnya.
(Arm/uly)*