KAB. BANDUNG | MPNews – Dari rapat paripurna DPRD Kab. Bandung, Jumat (29/11/2024) di gedung Paripurna DPRD Kab. Bandung, DPRD Kabupaten Bandung akhirnya menyetujui dua buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan Rancangan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2025.
Raperda tentang Perumda Air Minum Tirta Raharja dan Raperda penyertaan modal Perumda Air Minum Tirta Raharja dan RAPBD Kabupaten Bandung tahun 2025 disampaikan e lalui rapat tersebut.
Rapat paripurna sendiri dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj Renie Rahayu Fauzi, dihadiri Bupati Bandung HM Dadang Supriatna, 40 anggota DPRD, Sekda Kab. bandung Cakra Amiyana , Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan OPD serta unsur lainnya sesuai undangan.
Pada kesempatan tersebut, ketua DPRD Kab Bandung Hj Renie Rahayu Fauzi, SH, menyampaikan bahwa agenda rapat paripurna yakni laporan hasil kerja badan pembentukan daerah dua buah Raperda tentang Perumda Air Minum Tirta Raharja dan Raperda penyertaan modal Perumda Air Minum Tirta Raharja.
Kemudian laporan hasil kerja Badan Anggaran (Bangar) yang membahas Raperda RAPBD Kabupaten Bandung tahun anggaran 2025.
Sementara Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna, seusai mengikuti rapat menyampaikan, pemerintah daerah Kabupaten Bandung akan memberikan penyertaan modal daerah kepada Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Raharja sebesar Rp 200 miliar lebih.
Terkait pemberian penyertaan misal, bahwa hal tersebut akan diberikan secara bertahap hingga tahun 2028 mendatang. Untuk tahun 2024 ini baru disertakan sekitar Rp 10 miliar karena melihat kondisi keuangannya.
Dadang Supriatna juga menjelaskan , anggaran penyertaan modal untuk PDAM Tirta Raharja itu akan terus dipenuhi, artinya secara bertahap.
“Kenapa kita ada pernyataan modal daerah kembali, karena memang kebutuhan masyarakat dari jumlah penduduk 3,7 juta jiwa atau sekitar 1,2 juta rumah tangga, ini baru terpenuhi sekitar 130.000 rumah yang sudah mendapatkan fasilitas air minum,” jelasnya
Pemkab Bandung melalui PDAM Tirta Raharja, lanjutnya,diharapkan melakukan inovasi dalam peningkatan layanan kebutuhan air bersih kepada masyarakat.
“Maka inovasi kita kedepan, insya Allah targetan kita kedepan tahun 2026 naik sekitar 80.000 sampai 100.000 rumah tangga mendapatkan layanan air bersih yang difasilitasi PDAM Tirta Raharja. Jadi sekitar 220.000 rumah tahun depan mendapatkan layanan air bersih,” ungkapnya.
Terkait layanan air bersih bagi masyarakat Kab. Bandung, Menurutnya , untuk memenuhi kebutuhan layanan air bersih bagi masyarakat itu, sumber airnya sudah ada di dua lokasi yaitu di Kertasari dan Sinumbra Kabupaten Bandung.*(DA)