KAB BANDUNG | MPNews – Pilkada Kabupaten Bandung 2024 yang akan digelar pada 27 November mendatang, menjadi sorotan setelah insiden kericuhan dalam debat kandidat kedua yang digelar pada 20 November. Kejadian ini menjadi refleksi penting tentang perlunya budaya politik yang sehat dan dialog yang konstruktif dalam proses demokrasi, Kamis (21/11).
Insiden kericuhan tersebut mencerminkan distorsi pemahaman dan praktik demokrasi. Ambisi berlebihan dan taktik politik yang tidak sehat merusak semangat demokrasi. Debat seharusnya menjadi wadah adu gagasan, bukan adu kekuatan.
Pilkada ini memiliki makna penting karena bertepatan dengan tanggal bersejarah bagi bangsa Indonesia. Momentum ini mengingatkan kita akan makna demokrasi yang sejati dan perlunya membangun budaya politik yang sehat, toleran, dan berintegritas
Partisipasi masyarakat dalam Pilkada Kabupaten Bandung 2024 terbilang tinggi. Keberhasilan pelaksanaan Pilkada menjadi tanggung jawab bersama, baik penyelenggara, peserta, dan masyarakat.
Untuk mendorong budaya politik yang sehat, perlu dilakukan upaya seperti menanamkan nilai-nilai demokrasi yang benar, mendorong dialog dan debat yang sehat, menghindari politik identitas dan SARA, serta menegaskan pentingnya integritas dan etika politik.
Pilkada Kabupaten Bandung 2024 menjadi momen penting untuk merefleksikan demokrasi dan membangun budaya politik yang sehat. Tantangannya adalah mengatasi distorsi dalam pemahaman dan praktik demokrasi, serta mendorong partisipasi masyarakat yang bertanggung jawab. Harapannya adalah Pilkada ini dapat menghasilkan pemimpin yang amanah dan mampu membawa kemajuan bagi daerah.
Pilkada Kabupaten Bandung 2024 diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjalankan demokrasi yang bermartabat dan melahirkan pemimpin yang visioner dan berintegritas.
Semoga Pilkada Kabupaten Bandung 2024 dapat menghasilkan pemimpin yang amanah dan mampu membawa kemajuan bagi daerah.*
Oleh: Wawan Suhendy (Wartawan MPNews)