KOTA CIMAHI Ι MPNews- Melihat kondisi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Cimahi Dianggap sudah tidak memadai, akan segera direnovasi secara menyeluruh guna meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Menurut Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, mengungkapkan bahwa rencana renovasi akan dimulai dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED) pada tahun anggaran 2025.
Untuk tahun anggaran 2025, kita rencanakan DED-nya dulu. Saya agak lupa anggarannya berapa, tetapi setelah itu, pembangunannya akan dimulai pada tahun 2026,” jelas Wahyu.
Menurutnya, kondisi Gedung DPRD Kota Cimahi saat ini memang sudah tidak memadai. Beberapa ruangan, seperti ruang fraksi yang terlalu kecil dan fasilitas penerima tamu yang kurang representatif, menjadi perhatian utama.
“Insyaallah akan kita bangun, karena memang kondisi gedung ini menjadi keluhan anggota dewan juga,” (13/11/2024).
Wahyu menambahkan bahwa setelah DED selesai pada 2025, proyek pembangunan fisik diharapkan dimulai pada 2026, sehingga dalam rencana renovasi ini, aksesibilitas untuk penyandang disabilitas menjadi salah satu prioritas utama.
“Ketika ingin hadir ke sini, naik tangga kan tidak memungkinkan. Nanti kita fasilitasi dengan lift atau yang lainnya. Intinya, kita ingin membuat tamu lebih nyaman,” jterang Wahyu.
Dalam rencana renovasi ini, Gedung DPRD Kota Cimahi juga akan dibuat lebih ramah disabilitas. Hal ini dilakukan karena cukup banyak masyarakat penyandang disabilitas yang datang untuk menyampaikan aspirasi mereka,”tuturnya.
Dengan penambahan fasilitas ini, diharapkan masyarakat penyandang disabilitas dapat dengan mudah mengakses gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Selain aspek aksesibilitas, renovasi ini juga bertujuan menghilangkan kesan kumuh yang sering melekat pada gedung tersebut. Gedung DPRD Kota Cimahi saat ini sering dijadikan tempat penyimpanan gerobak dagangan milik warga sekitar Alun-alun Cimahi.
“Kami memahami bahwa mereka bagian dari masyarakat, dan mungkin lebih mudah menyimpan peralatan dagangnya di sini. Tapi ke depannya, prosedur penyimpanan ini akan diperbaiki agar lebih tertata,” ujar Wahyu.
Selain itu, Wahyu juga menyoroti sejumlah ruangan yang kurang layak, seperti ruang fraksi yang terlalu kecil dan area penerima tamu yang dinilai kurang representatif.
“Banyak ruangan yang tidak layak, terutama untuk menerima aspirasi dan tamu. Contohnya, pendopo atau taman aspirasi yang masih tidak layak,” tambahnya.
Renovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan bagi anggota dewan dan staf DPRD, tetapi juga menjadikan gedung DPRD lebih inklusif dan representatif bagi seluruh masyarakat Cimahi, sehingga bisa menjadi wadah penyampaian aspirasi yang lebih baik. Intinya, kita ingin membuat tamu lebih nyaman,” tegasnya.
(arm/uly)*