KAB. BANDUNG | MPNews – Skandal mafia hukum yang mengguncang Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia telah memicu gelombang kekecewaan dan pertanyaan mendalam.
Ketua Umum OKP BK-RI dan pendiri FWJ-I, Richard William, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa hakim MA diduga terlibat dalam praktik suap dan manipulasi putusan, Minggu 3 November 2024.
Rudy U g t, Ketua BK-RI Jawa Barat, menegaskan bahwa peristiwa ini bukan hanya sekadar kasus hukum, tetapi merupakan serangan terhadap pondasi keadilan dan integritas. Ia menekankan bahwa integritas adalah kunci dalam penegakan hukum.
Richard William menyinggung bagaimana sistem yang baik pun dapat runtuh jika nilai-nilai integritas digerogoti. Kasus ini menunjukkan bahwa reformasi sistem peradilan tanpa diiringi integritas hanyalah sia-sia.
Skandal ini juga mengungkap kelemahan sistem pengawasan dan pencegahan. Richard William menyerukan peningkatan pengawasan, fungsi pencegahan, dan partisipasi masyarakat dalam memberantas mafia hukum.
Tuntutan agar hakim yang terbukti bersalah ditangkap dan dipenjarakan mencerminkan kekecewaan dan tuntutan masyarakat akan penegakan hukum yang tegas dan adil.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk terus memperjuangkan keadilan dan integritas dalam sistem hukum.
“Mari bersama-sama membangun sistem hukum yang lebih kuat, transparan, dan berintegritas, sehingga keadilan dapat ditegakkan dengan adil dan merata bagi seluruh masyarakat.” tandas Rudy.*(Wanhendy)