KAB. BANDUNG | MPNews – Rencana Bupati Bandung yang akan mendirikan 28 sekolah baru mendapat perhatian dari anggota DPRD Kab. Bandung. Terhadap rencana tersebut Pemkab Bandung diminta agar memperhatikan beberapa hal kualitasnya.
Salah satu yang perlu diperhatikan dalam dunia pendidikan tersebut yakni Kurikulum termasuk Sumberdaya Manusia (SDM) guru honor atau tenaga pendidik, juga termasuk pustakawan dan penjaga sekolah.
Permasalahan yang ada di dunia pendidikan itu tidak hanya pada kurangnya sarana prasarana dan sebaran sekolah saja, tetapi masih banyak hal prioritas utama yang perlu diperhatikan pemerintah.
Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi D DPRD Kab. Bandung Maulana Fahmi, . Ketika dimintai hematnya terkait rencana pendirian sekolah baru di Kab. Bandung. Jumat (12/1/2024) kemarin.
Terkait SDM, menurut Fahmi, tidak melulu tentang peningkatan pembangunan kualitas profesional. Tapi tentang kesejahteraan tenaga pendidiknya yang adil.
Disebutkan Fahmi, dari hasil pengamatannya pada Audensi bersama Forum Guru Honorer Sekolah beberapa hari lalu, yang intinya mereka menginginkan kepastian pengangkatan upah (gaji) termasuk penjaga sekolah juga ingin adanya perhatian pemerintah berupa apresiasi seperti kenaikan insentif.
“Gaji guru honorer berapa ? Dari tahun berapa mereka mengabdi ?, Nah disini pemerintah wajib hadir dan memperhatikan nasib para guru honor itu”, katanya.
Diungkapkannya, pemerintah Kab.Bandung tidak hanya memperhatikan guru ngaji dengan baik intensifnya.
Selain itu, lanjut Legislator Fraksi PKS tersebut, tidak hanya sekedar fasilitas pendidikan bagus, namun pemerintah harus segara memprioritaskan pembinaan keagamaan, kehidupan dan moralitas untuk para guru honor dan tenaga pendidikan.
“Mohon maaf, bukan hanya penyebab perselingkuhan terjadinya perceraian di Kemenag RI Kab Bandung, namun ternyata salah satunya penyebabnya dari faktor ekonomi,” ungkapnya.
Dirinya sangat setuju dengan rencana pembangunan sekolah baru di Kab Bandung, namun hal tersebut juga di barengi dengan pembenahannya. jangan kepada guru ngaji saja yang ditingkatkan insentif, dan programnya, para guru honorer juga harus mendapat perhatian.
Hal lain yang disampaikan Fahmi, yakni menghilangkan kesan hidup berlebihan dan bermewah – mewahan sesuai himbauan dari Bupati Bandung, hususnya kepada para ASN . Bila ada maka oleh dinas terkait segera ditindaklanjuti.
“Iman seseorang itu akan menentukan, baik buruknya bidang dan profesi pekerja mana pun jangan sampai hancur karena tidak didasari dengan iman, sebab etika dan moral, termasuk soal kesejahteraan duniawi, lambat laun itu akan luntur, dan pasti bakal mengalami kehancuran” pungkasnya. **(DA)