KAB. BANDUNG | MPNews – Dalam rangka menciptakan kondusifitas keamanan dan Ketertiban umum masyarakat hususnya dalam menanggulangi dan meminimalisir terhadap kejadian bencana Kebakaran serta untuk mewujudkan Kab.Bandung tangguh Bencana Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran ( DISDAMKAR ) Kab.Bandung menyelenggarakan pelatihan bagi Relawan Pemadam Kebakaran.
Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung selama 2 hari , Rabu dan Kamis (24 – 25/5/2022) di Hotel Sultan Raja Soreang.
dan diikuti sekitar 85 peserta dari 6 Desa di Kab BandungBandung.
Anggota DPRD Kab.Bandung H.Agung Yansusan yang hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut menyampaikan mengapresiasinya terhadap kegiatan pelatihan bagi relawan Damkar Kab.Bandung tersebut, sebab menurutnya kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, hususnya relawan Damkar Kab.Bandung.
Diungkapkan H.Agung, mengingat relawan tersebut cukup banyak, diberharapkan para relawan tersebut bisa menjadi mitra Damkar Kab.Bandung baik saat kejadian kebakaran maupun layanan resgue untuk gangguan binatang bagi masyarakat .
” Bukan hanya kasus kebakaran dan gangguan binatang, malahan pada kasus bunuh diri pun perlu sentuhan relawan Damkar”, ungkapnya.
Menurut anggota komisi C DPRD Kab.Bandung tersebut, wilayah Kabupaten Bandung cukup luas ditambah jumlah penduduknya yang hampir 3,6 juta jiwa , maka perlu langkah konkrit dilapangan dalam rangka membantu masyarakat pada saat adanya kejadian.
” Jadi sebelum datang petugas pemadam Kebakaran, nah relawan ini yang turun membantu. Sebab melalui pelatihan ini mereka di bekali ilmu dan segala rupanya” tuturnya.
H.Agung Yansusan juga meminta para relawan yang mengikuti pelatihan tersebut, ilmunya terpakai dan bisa menyebarkan ilmunya untuk kader – kader lainnya sehingga nanti bisa melahirkan relawan baru sehingga Kab Bandung semakin sukses, semakin berkah dan teman – teman tetap dalam kondisi seht.
Diungkapkan H.Agung Yansusan, sebagai warga Banjaran merasakan kemanfaatan personil Damkar yang telah mensear sampai ke tingkat kecamatan.
“Dari sisi sarpras harus jadi perhatian juga dari pemerintah karena ini ngasuh sekitar 3,6 juta orang. Sedangkan Sapras tidak bertambah. Jadi idealnya warga bertambah sarpras juga bertambah. Jadi ini pekerjaan kedepannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Secara sosialnya dari Damkar harus ada peningkatan sarprasnya juga,” jelasnya.
Mengingat luasnya wilayah Kab.Bandung dalam hal urusan kejadian bencana perlu penanganan yang lebih serius. Adanya pembentukan relawan berdasarkan kebutuhan dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.
Dirinya juga sangat setuju dan mendukung ditahun 2023 nanti Disdamkar akan menambaha pos Damkar sebanyak 3 titik. Selain pengajian hibah armada ke negara Jepang dan DKI.
” Kalau sekaligus mungkin tidak akan bisa, namun harus secara bertahap sebab itu menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Insya Allah kami akan dukung melalui APBD Perubahan nanti,” pungkasnya.* (DA)